• 21 Apr, 2026

Kemudahan berinvestasi sudah menjadi prioritas pemerintah Indonesia. Sejumlah instrumen disediakan pemerintah guna menarik penanaman modal di Indonesia. Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia lewat ekosistem investasi yang positif dan insentif perpajakan.

Publikasi The Wealth Report 2024 dari Knight Frank Indonesia menyebutkan komitmen tersebut menjadikan Indonesia masih dilirik dan memiliki daya tarik investasi bagi investor asing.

 Disebutkan, pada tahun 2023 beberapa pembaruan kebijakan terkait dengan sektor properti hadir, diantaranya kemudahan kepemilikan properti untuk WNA, atau Golden Visa yang memberikan izin tinggal dengan skema investasi. Ada digulirkan juga beberapa kebijakan terkait petunjuk, prosedur perizinan dan investasi yang menyempurnakan peraturan sebelumnya, serta kepemilikan asing dalam bisnis dan investasi.  
   
Upaya pemerintah selama ini telah selaras dengan kebutuhan kebijakan pengembangan bisnis dan investasi. Selain dukungan kebijakan, pemerintah juga mendorong iklim investasi dengan mempersiapkan infrastruktur wilayah yang ditetapkan melalui PSN (Program Strategis Nasional). 

Berdasarkan Peraturan Menko Perekonomian Nomor 7 Tahun 2023 terdapat 211 proyek dan 13 program dalam daftar PSN dengan estimasi total nilai investasi sebesar Rp5.746,9 triliun. Proyek-proyek tersebut diharapkan meningkatkan daya saing wilayah melalui konektivitas dan produktivitas dengan penyediaan infrastruktur dasar, pengembangan energi, dan hilirisasi industri.  
   
Dalam tiga tahun terakhir, beberapa proyek infrastruktur besar selesai dibangun di Jabodetabek, diantaranya 8 ruas jalan tol, kereta api cepat, dan LRT. Pertumbuhan kawasan industri juga cukup pesat, tidak hanya di Jabodetabek, tetapi juga di beberapa wilayah sekitar, seperti Jawa Tengah, Subang, dan Sukabumi.

29.jpg

Country Head dari Knight Frank Indonesia, Willson Kalip menyebutkan pertumbuhan properti diharapkan mendapat limpahan yang besar dari keberlangsungan sektor penggerak ekonomi seperti industri manufaktur yang merupakan kontributor utama PDRB nasional. Menurutnya, iklim usaha yang kondusif, SDM yang berlimpah, serta emergent market dengan komposisi kelas menengah yang dominan.

“Hal itu semua menjadikan Indonesia berada di posisi strategis untuk aktif mengoptimalkan peluang dalam menarik investasi, baik dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.  
   
Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menarik investor asing, Knight Frank Indonesia bersama dengan Makes and Partners Lawfirm dan PB Taxand telah merilis pembaruan untuk publikasi panduan berinvestasi di Indonesia yakni General Property & Industrial Investment Guide 2024. Publikasi itu berisi gambaran keunggulan komparatif wilayah, panduan transaksi properti, panduan pengembangan industri, pranata hukum dan perpajakan yang telah diperbaharui.  
   
Pusat Keuangan Global

Publikasi The Wealth Report 2024 Knight Frank juga mengungkapkan bahwa beberapa kota di Asia seperti Dubai, Hong Kong, Shanghai, Singapore, dan Sydney, tumbuh menjadi pusat keuangan global. Kota-kota tersebut memiliki ukuran enterprise excellence yang tinggi dengan layanan unggul di sektor bisnis, sehingga para investor memiliki preferensi untuk berinvestasi di kota-kota tersebut.  
 

Dengan tumbuhnya pusat keuangan global baru di Asia, Indonesia memiliki peluang untuk mendapatkan trickling down effect . Kesempatan ini perlu dikelola dengan strategis, mengingat saat ini Indonesia dipertimbangkan sebagai salah satu pasar potensial di dunia, dengan komposisi penduduk usia produktif (20-59 tahun) sekitar 57%, dan pertumbuhan penduduk di kota-kota utama mencapai 3-4%.  
   
“Beberapa sektor usaha juga menjadi economic engine di beberapa kota utama di Indonesia saat ini, seperti sektor bisnis dan jasa, perdagangan, industri, dan pariwisata,” sebut Willson Kalip.  
   
Dalam publikasi General Property & Industrial Investment Guide 2024 juga dijabarkan mengenai sebaran kawasan industri yang aktif, sekaligus sektor-sektor usaha yang menjadi penggerak utama di berbagai metropolitan di Indonesia.  
   
Founder dan Managing Partner dari Makes and Partners, Yozua Makes    menambahkan  situasi geopolitik, climate change , pasar uang dan modal yang terus bergerak, sebaran demografi, serta dilaksanakannya pemilihan umum di negara-negara yang memiliki peranan strategis, seperti Amerika Serikat, membuat dunia terus bergerak secara dinamis dan cepat. Di tengah situasi yang senantiasa berubah, jelasnya, pasar properti di Indonesia tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik dan stabil bagi para investor.

“Terlebih dengan didukung oleh transisi pemerintahan yang damai dan lancar serta komitmen dari pemerintahan baru untuk terus melakukan simplifikasi peraturan dan kemudahan dalam perizinan,” sebutnya.  
   
Sementara itu, Indeks Transparansi Real Estate Global (GRETI) yang dirilis Jones Lang LaSalle (JLL) yang diterbitkan setiap dua tahun mengungkap tahun ini Indonesia masuk dalam kategori semi-transparan menempati peringkat ke-40 dengan indeks transparansi sebesar 2,81. 

Dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, Indonesia masih unggul diatas Filipina dan Vietnam, namun berada di bawah Thailand dan Malaysia yang masuk dalam kategori transparan.

30.jpg

Di tengah situasi ekonomi yang masih belum menentu, sektor properti Indonesia masih dapat tumbuh pada 2023 dan diproyeksikan akan terus tumbuh pada 2024 seiring dengan prospek perekonomian Indonesia.

Nilai investasi di sektor properti pada paruh pertama 2024 mencapai Rp29,4 triliun, tumbuh 6% dari periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap sektor properti di Indonesia masih tinggi.

“Dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil dan tingkat kepercayaan investor yang tinggi, sektor properti di Indonesia mencerminkan harapan akan tingkat transparansi yang lebih baik di masa mendatang,” kata Farazia Basarah, Country Head, JLL Indonesia dalam laporannya. (Rinaldi/Teti)

Rinaldi dan Teti P.