Pemerintah siap melanjutkan rencana pembangunan jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci). Proses lelang sedang disiapkan ulang, sehingga pembangunan bisa dilakukan secara bertahap dengan target beroperasi pada 2029.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan jalan tol Getaci akan dimulai secara bertahap. Saat ini sedang dipersiapkan lelang proyek tol yang direncanakan terlaksana pada 2026. Jalan tol Getaci akan menjadi konektivitas antarkota ke selatan Jawa Barat, sehingga waktu tempuhnya semakin singkat.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan perencanaan proyek tol Getaci sedang berlangsung dan dijadwalkan untuk proses Lelang proyek dan persiapan lahan. Dia memprediksi kemungkinan proses penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) dapat dilakukan pada 2026.
“Tol Getaci masih proses lelang tahun ini, mungkin tahun depan mulai tanda tangan (PPJT),” ungkapnya di Bandung, baru-baru ini.
Tol Getaci adalah salah satu dari 228 proyek strategis nasional (PSN) yang tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Daftar PSN. Proyek ini dicanangkan sejak 2020, tetapi beberapa kali gagal lelang dan kini dalam persiapan untuk dilelang ulang.

Pengerjaan pembangunan konstruksi proyek jalan tol Getaci akan dilakukan dalam dua tahap yakni tahap 1 Gedebage hingga Tasikmalaya dan tahap 2 dari Tasikmalaya sampai Cilacap.
“Keinginan kami cepat selesai, tetapi kita enggak buru-buru. Harus tetap memperhatikan kualitas desain hingga konstruksinya,”tegas Menteri Dody.
Pembangunan jalan tol yang melintasi Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, hingga Cilacap di Jawa Tengah tersebut menerapkan sistem kontrak jangka waktu tahun jamak atau multi years dari 2026-2027.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, Wilan Oktavian menjelaskan persiapan tol Getaci dilakukan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian PU. Menurutnya, prosesnya terus dimatangkan.
“Kami masih menunggu proses update di DJPI,” ungkapnya dikutip dari Bisnis.com.
Direktur Jenderal DJPI Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra mengakui pemerintah masih melakukan review ulang terhadap proyek tol Getaci.
Tol Terpanjang
Tol Getaci yang digadang-gadang bakal menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia. Jalan tol ini akan melintasi Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah, berawal dari Gedebage di Kota Bandung) berlanjut ke Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, dan berakhir di Kabupaten Cilacap.
Ruas jalan tol ini merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa bagian selatan, menghubungkan Kota Bandung dengan Kota Surabaya, Jawa Timur. Panjang tol Getaci mencapai 207 kilometer (km), dengan perincian sepanjang 171,40 km berada di wilayah Jawa Barat dan sepanjang 35,25 km di Jawa Tengah.

Tol Getaci terdiri atas 4 seksi yakni Seksi 1 Junction Gedebage – Garut Utara (45,20 km), seksi 2 Garut Utara - Tasikmalaya (50,32 km), seksi 3 Tasikmalaya – Patimuan (76,78 km), dan seksi 4 Patimuan – Cilacap (34,35 km).
Nilai investasi pembangunan tol ini diperkirakan sekitar Rp56,2 triliun. Kehadirannya akan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di kedua provinsi, serta mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konektivitas antar-wilayah sebagai jalur logistik (akses pelabuhan dan bandara) karena memberikan efisiensi waktu tempuh.
Menurut kajian awal, pembangunan konstruksi jalan tol Getaci memiliki potensi masalah berupa penerapan desain geometrik jalan bebas hambatan pada kondisi medan di tahap 1, karena menghadapi struktur geologi yang rumit dengan banyaknya batuan gunung yang rawan amblas serta longsor. Hal itu memerlukan penanganan khusus selama proses konstruksi. (Rinaldi)