• 25 May, 2026

Perkembangan konstruksi proyek MRT Lin Utara - Selatan Fase 2A telah mencapai 52,27% pada Agustus 2025. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan yakni 50,61% persen. Di akhir 2025, pekerjaan konstruksi ditargetkan sudah mencapai 53,29%.

Sementara paket kontrak CP201 Stasiun Thamrin dan Monas hingga Agustus 2025 telah mencapai 89,25% dengan sejumlah pekerjaan utama seperti instalasi dan pengujian eskalator, ekskavasi entre Stasiun Thamrin, hingga finishing  pekerjaan arsitektural di Stasiun Monas masih terus dikerjakan. 

PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pada akhir 2025 mendatang, CP201 ditargetkan menyelesaikan 91,62% pekerjaannya sehingga di 2027 kedua stasiun tersebut sudah dapat beroperasi.

Progress signifikan juga terlihat di area konstruksi CP 202, yaitu Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar. Per 25 Agustus, proyek telah mencapai 57,19% dari target 53,99%. Pekerjaan ekskavasi, pembuatan canal underpass , dan pengecoran masih terus dikerjakan di ketiga stasiun tersebut. 

Tim konstruksi sudah memulai pekerjaan pembangunan terowongan dan stasiun bawah tanah empat tingkat di bawah tanah pertama di Indonesia tersebut. Di luar pekerjaan sipil, tim konstruksi juga meneruskan produksi tunnel segment .

Sedangkan di paket kontrak CP203 yang mengerjakan Stasiun Glodok dan Kota, perkembangannya telah mencapai 76,98% dengan sejumlah pekerjaan utama mencakup pembuatan akses maintenance di terowongan, struktur tangga dan dinding di bok stasiun, hingga pemasangan OTE Duct, dan pembangunan struktur tangga akses pemadam kebakaran. 

Juga sedang dilakukan pekerjaan mekanikal, elektrikal dan plumbing seperti instalasi pipa, ducting, cable ladder dan cable tray ).

Selain pekerjaan sipil stasiun, pembangunan fase 2A juga mencakup CP205 sistem perkeretaapian dan rel yang per 25 Agustus telah mencapai 22,83%. Seluruh rel telah tiba di Jakarta dan sedang dalam penyelesaian proses pengiriman ke lokasi konstruksi. Tim konstruksi juga memastikan produksi bantalan rel ( sleeper ) terus dilakukan. Alat pengelas rel pun telah tiba di lokasi proyek.

Sedangkan CP 206 rolling stock (ratangga) sedang proses market sounding dengan calon kandidat potensial untuk melakukan re-bidding . Sedangkan CP 207 automatic fare collection system (sistem pembayaran), sedang proses klarifikasi dokumen tender.

mrt3.jpg
FOTO FOTO ISTIMEWA

Fase 2A MRT Jakarta akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. 

Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI—Harmoni yang ditargetkan selesai pada 2027, serta segmen dua Harmoni—Kota yang ditargetkan selesai pada 2029.

Fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. 

Sementara itu, pekerjaan lanjutan yakni Fase 2B MRT Jakarta dari Stasiun Kota hingga Depo Ancol Barat saat ini masih dalam tahap studi kelayakan ( feasibility study ).

Pembangunan Terowongan

Tim konstruksi sudah berhasil menyelesaikan pembangunan terowongan kereta bawah tanah terdalam di Indonesia, yaitu sekitar 28 meter di bawah permukaan tanah. Terowongan sepanjang sekitar 390 meter itu menghubungkan Stasiun Harmoni dan Stasiun Sawah Besar yang merupakan bagian dari paket kontrak CP202 pembangunan MRT Jakarta Lin Utara-Selatan Fase 2A. 

“Terowongan ini merupakan terowongan kereta bawah tanah paling dalam di Indonesia saat ini. Dibangun selama empat bulan, yakni dari Mei - September 2025, menggunakan mesin bor terowongan (TBM) 1 yang diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta pada 9 Mei 2025 lalu,” jelas Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina. 

Selanjutnya, mesin ini akan meneruskan pembangunan terowongan menuju Stasiun Mangga Besar sepanjang 790 meter dengan kedalaman sama yakni sekitar 28 meter, dengan target rampung pada Juni 2026.

mrt4-1.jpeg

Sepanjang Januari - Juli 2025, tercatat lebih dari 25,4 juta pelanggan menggunakan layanan MRT Jakarta atau sebanyak 117 ribu orang per hari. Angka ini terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat bahwa menggunakan transportasi publik memberikan jaminan terhadap ketepatan waktu dan kenyamanan perjalanan selama beraktivitas sehari-hari. (Rinaldi)

 

Muhammad Rinaldi