Kawasan Rebana Metropolitan menawarkan berbagai peluang investasi menarik, terutama di sektor industri, infrastruktur, dan pariwisata.
Pengembangan kawasan Rebana Metropolitan yang meliputi tujuh daerah di wilayah utara/timur laut Jawa Barat yaitu Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, dan Sumedang terus berbenah. Pemerintah sedang menyiapkan beberapa langkah strategis untuk percepatan pembangunan kawasan terintegrasi tersebut.
Ditetapkan sebagai klaster industri dan metropolitan baru di wilayah Provinsi Jawa Barat, kawasan Rebana didukung berbagai infrastruktur strategis nasional seperti Pelabuhan Internasional Patimban, Bandara Kertajati, jaringan jalan tol, dan kawasan industri melalui 13 Kawasan Peruntukan Industri.
“Kawasan ini mencakup sekitar 20% dari luas wilayah Provinsi Jawa Barat dan dihuni oleh hampir 10 juta jiwa dengan kontribusi ekonomi sebesar 19% terhadap PDRB Provinsi Jawa Barat,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Mohammad Rudy Salahuddin di Jakarta, baru-baru ini.
Menurutnya, kegiatan Project for Rebana Area Development Which is Related to Patimban International Port telah digelar pada pertengahan Juni lalu, yang diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi dengan memajukan pengembangan industri dan infrastruktur di kawasan Rebana, khususnya yang ada di sekitar Pelabuhan Internasional Patimban, melalui penguatan struktur dan kapasitas pelaksanaan Badan Pengelola Kawasan Rebana dan lembaga terkait lainnya.

Sejumlah output yang dihasilkan melalui program tersebut adalah peninjauan kembali dan pemutakhiran rencana induk ( masterplan ) kawasan Rebana dan pemilihan proyek-proyek prioritas. Kemudian penguatan sistem untuk mendukung implementasi proyek-proyek prioritas di kawasan Rebana, serta penyusunan rencana detail pada proyek-proyek prioritas di kawasan Rebana.
Selain itu, Pemerintah Daerah juga diharapkan segera menindaklanjuti Perpres tersebut dengan menyusun rencana aksi dan penyiapan dokumen prasyarat pelaksanaan proyek dan program dalam skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Minat Investor
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kawasan Rebana yang digadang-gadang menjadi jantung ekonomi baru di Jawa Barat pada kenyataannya belum mampu menarik investor secara signifikan. Hingga saat ini nilai investasi yang masuk masih tertinggal dibandingkan kawasan industri lama yang berada di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

“Fokus kita saat ini adalah bagaimana kawasan Rebana, dapat mengalami lonjakan investasi,” ujar KDM, demikian dia akrab dipanggil dalam keterangannya.
Hal itu disampaikan KDM pada acara Detikcom Regional Summit Jawa Barat di Majalengka, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, dari total investasi yang masuk ke Jawa Barat pada triwulan I-2025 sebesar Rp68 triliun, sebagian besar terserap di Kabupaten Bekasi sebesar Rp21,4 triliun, Karawang Rp15,3 triliun, Kota Bekasi Rp3,5 triliun, dan Purwakarta Rp4,97 triliun.
Sementara investasi di kawasan Rebana masih relatif kecil. Di Kabupaten Subang tercatat investasi masuk hanya Rp2,39 triliun, Kabupaten Cirebon Rp878,31 miliar, Kabupaten Majalengka Rp699,57 miliar, Kabupaten Indramayu Rp362,33 miliar, Kota Cirebon Rp252,46 miliar, serta Kabupaten Kuningan Rp67,54 miliar.
Menurut KDM, sejumlah penyebab yang membuat belum optimalnya investasi di kawasan Rebana adalah konektivitas infrastruktur yang belum terbangun secara merata dan kesiapan sumber daya manusia di daerah yang ada di kawasan tersebut masih kurang. (Teti Purwanti)