• 21 Apr, 2026

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi mengapresiasi capaian pembangunan perumahan oleh anggota Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) di Bumi “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah”. jumlah pengembang REI Jambi merupakan potensi yang besar dalam mewujudkan program Pemerintah dalam pembangunan perumahan layak huni bagi masyarakat di Provinsi Jambi.

1-2.jpg

“Saat ini jumlah pengembang yang tergabung dalam REI Jambi dan membangun di Provinsi Jambi mencapai 250 perusahaan. Jumlah tersebut sangat potensial untuk mendukung penyediaan hunian layak bagi warga Jambi,” ujar Wakil Gubernur  Jambi, Abdullah Sani, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) X REI Jambi Tahun 2024, di Jambi, Rabu, 21 Agustus 2024. 

Wakil Gubernur (Wagub) Jambi mengakui bahwa REI telah banyak berperan dalam pengembangan perumahan layak dan terjangkau.

Sesuai data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), realisasi FLPP di Provinsi Jambi sepanjang tahun 2023 tercatat 6.142 unit rumah, ekuivalen Rp 669,57 miliar. Penyediaan rumah layak huni bagi warga Jambi itu tersebar di 446 perumahan yang dibangun oleh 259 pengembang. 

Data BP Tapera per 23 Agustus 2024 mencatat realisasi pembangunan rumah layak huni di Provinsi Jambi mencapai 3.281 unit (setara Rp 380,96 miliar) di 375 perumahan yang dibangun oleh 242 pengembang.

Masih dari data yang sama, total realisasi pembangunan rumah FLPP di seluruh Indonesia tercatat sebesar 113.377 unit rumah FLPP (ekuivalen Rp 13,82 triliun) yang dibangun di 9.774 lokasi perumahan oleh 6.611 pengembang.

“Berdasarkan data BP Tapera, capaian pembangunan rumah bersubsidi yang dibangun oleh anggota REI adalah yang terbesar atau mayoritas,” cetus Abdullah Sani. 

Dia meminta agar developer anggota REI Jambi senantiasa konsisten menaati seluruh regulasi yang berlaku. Dikatakan, dalam melaksanakan pembangunannya, anggota REI Jambi diminta selalu mematuhi administrasi atau aturan yang berlaku. 

“Anggota REI Jambi harus memerhatikan aspek pelestarian lingkungan, keselamatan konstruksi, kesesuaian pemanfaatan ruang sehingga mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan,” kata dia. 

Jalin Sinergi Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menekankan bahwa Musda REI Jambi ini merupakan agenda penting untuk regenerasi  kepemimpinan, pemantapan fokus tujuan organisasi REI. Selain itu, tentunya agenda musda yang tidak kalah penting adalah pemilihan ketua dan pengurus baru. 

“Musda adalah ajang untuk penyampaian capaian maupun kendala yang menimpa anggota REI untuk dilakukan upaya koreksi oleh para pihak terkait. Saya melihat betapa hubungan REI Jambi dengan  stakeholder  sudah sangat baik. Sebab hanya dengan sinergi dan relasi yang harmonis bisa mengatasi hambatan dengan baik,” ujarnya.

Musda X REI Jambi Tahun 2024 diikuti oleh dua kandidat calon ketua. Nomor urut pertama adalah Deki Yunianto yang menjabat sebagai Sekretaris REI Jambi periode 2017-2020 dan 2020-2024. Namun, Deki Yunianto memutuskan untuk mundur dari pencalonan, sehingga menyisakan satu kandidat nomor urut dua yakni Abror Lubis. Di kepengurusan REI Jambi periode 2017-2020 lalu, Abror menduduki posisi Wakil Ketua bidang Organisasi dan Diklat DPD REI Jambi. 

Belakangan, pada November 2023 dia didapuk sebagai Ketua DPD REI Jambi masa bakti 2020-2024 dalam proses pergantian antarwaktu menggantikan Ramond Fauzan yang ditunjuk menjadi Wakil Sekretaris Jenderal DPP REI bidang Monitoring dan Evaluasi Rumah Subsidi.

Abror yang akhirnya terpilih secara aklamasi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh anggota REI Jambi atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya untuk memimpin organisasi tersebut.  “Terpilihnya saya secara aklamasi bukan hanya sebuah kehormatan, tapi juga tanggung jawab besar yang harus saya emban dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Abror menegaskan komitmennya memperjuangkan kepentingan anggota, serta mendorong peningkatan profesionalisme anggota REI Jambi. Abror juga berkeinginan mewujudkan REI Jambi sebagai organisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, terutama menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. 

2-1.jpg

Dia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan sektor properti. 

Abror menambahkan, dirinya tidak bisa melakukan pekerjaan organisasi sendirian. Oleh karena itu dia mengharapkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh anggota. 

“Mari jadikan REI sebagai rumah bersama, tempat di mana kita bisa saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan ide-ide kreatif untuk kemajuan bersama. Dengan bergandeng tangan kita mampu menghadapi setiap tantangan dan membawa organisasi ini menjadi lebih tinggi,” pungkasnya. (Oki Baren)

Oki Baren