• 21 Apr, 2026

Dewan Pengurus Daerah Realestat Indonesia (DPD REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) memasang target pembangunan 30 ribu unit rumah pada tahun 2025. Rinciannya, sebanyak 20 ribu unit rumah subsidi, dan sisanya 10 ribu unit adalah rumah komersial. 

Target tersebut merupakan bagian dari komitmen REI Sulsel dalam mendukung program 3 juta rumah yang telah dicanangkan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Sulsel berfokus untuk mengoptimalisasi kinerja anggotanya yang tersebar di berbagai wilayah. 

“Untuk mengejar target program 3 juta rumah secara nasional membutuhkan komitmen dan kerja sama antara REI, pemerintah, serta lembaga pembiayaan perbankan serta pihak terkait lainnya,” kata Ketua DPD REI Sulsel, Mahmud Lambang, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) REI Sulsel Tahun 2025, di Makassar, Kamis, 17 Februari 2025. 

DPD REI Sulsel tengah fokus untuk mengoptimalisasi kinerja anggotanya guna mendorong pertumbuhan sektor properti di Sulsel. Mahmud menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, perbankan dan pengembang merupakan hal yang mutlak diperlukan untuk  merealisasikan program 3 juta rumah .

“Target 3 juta rumah membutuhkan kerja sama REI bersama pemerintah dan perbankan . Pemerintah diharapkan dapat memberikan kemudahan perizinan, dan didukung pembiayaan perbankan sehingga developer dapat mengembangkan perumahan. Pembangunan perumahan diyakini dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di suatu daerah ,” kata Mahmud Lambang.

Kendati terbilang kecil dibandingkan program 3 juta rumah yang menjadi target Pemerintahan Prabowo Subianto, Mahmud tetap optimistis bahwa target REI Sulsel menyediakan 30 ribu unit rumah akan dapat terlaksana. 

“Target REI Sulsel membangun perumahan pada tahun 2025 memang relatif kecil, yakni hanya sebesar 1% dibandingkan program 3 juta rumah. Kami berharap target itu bisa terealisasi seiring adanya kolaborasi dan sinergi bersama pemerintah dan perbankan,” tutur Mahmud Lambang. 

Mahmud menjelaskan,  Rakerda  REI Sulsel Tahun 2025 merupakan agenda untuk mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan DPD REI Sulsel dalam satu tahun terakhir. Rakerda juga bertujuan menetapkan program kerja yang akan dilaksanakan oleh REI Sulsel untuk satu tahun mendatang. 

Perlu Sinergi

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Raymond Ardan Arfandy mengutarakan bahwa program 3 juta rumah adalah program yang tidak main-main. 

“Dulu setiap tahun pembangunan rumah subsidi rata-rata hanya terealisasi sekitar 220 ribu unit rumah. itu pun sudah luar biasa. Program 3 juta rumah ini merupakan tantangan sekaligus peluang sehingga untuk merealisasikannya perlu sinergi bersama seluruh stakeholder dan perlu kompak,” kata Raymond. 

Mengingat tantangan program penyediaan hunian bagi rakyat itu, imbuh Raymond, membutuhkan inovasi. “Tantangan mewujudkan program 3 juta rumah memang sangat berat. Itu alasannya mengapa kita membutuhkan inovasi yang tepat. Kami ingin mengusulkan, salah satunya dengan mengembangkan hunian di area pertanian terintegrasi,” tegasnya. (Oki Baren)

 

Oki Baren